Membuat Peta Pikiran Menggunakn MindMaple

0
mm

aplikasi mindmaple

Mind Map (Peta Pikiran) dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mengorganisasikan dan menyajikan konsep, ide, tugas  atau informasi lainnya dalam bentuk diagram radial-hierarkis non-linier. Mind Map pada umumnya menyajikan informasi yang terhubung dengan topik sentral, dalam bentuk kata kunci, gambar (simbol), dan warna sehingga suatu informasi dapat dipelajari dan diingat secara cepat dan efisien.

Mind Map digagas dan dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang psikolog Inggris, yang meyakini bahwa penggunaan Mind Map tidak hanya mampu melejitkan proses memori tetapi juga dapat meningkatkan kreativitas dan keterampilan menganalisis, dengan mengoptimalkan fungsi belahan otak. Mind Map dapat mengubah informasi menjadi pengetahuan, wawasan dan tindakan. Informasi yang disajikan fokus pada bagian-bagian penting, dan dapat mendorong  orang untuk mengeksplorasi dan mengelaborasinya lebih jauh.

Tersedia aplikasi mindmaple yang dapat di unggah di alamat www.mindmaple.com

Mengamankan USB Flashdisk Menggunakan Rohos

0
rohos

tampilan rohos

Halo gaes… Pada kesempatan kali ini aku akan membagikan info aplikasi portabel untuk mengamankan USB Flashdisk dengan menggunakan Rohos. Aplikasi ini gratis. Rohos mengenkripsi data agar lebih aman, namun untuk yang gratis jumlah data dibatasi. Saat Login di USB, anda diminta untuk memasukkan password yang kalian telah buat sebelumnya.
Silahkan langsung saja download di http://www.rohos.com.

Penulisan CSS

0

Ada tiga cara penulisan kode CSS, yaitu inline, internal dan external. Ketiganya bisa anda lakukan sesuai dengan kebutuhan. Berikut contoh penggunaan dari metode-metode tersebut:

Inline

Penulisan kode CSS dengan metode inline ini bisa dilakukan langsung pada tag yang ingin diberi style dengan menggunakan atribut style.

<h1 style=”color : red; “> Judul Situs </h1>

 

Pada metode ini, anda tidak perlu menuliskan selector. Karena anda menuliskan CSS langsung pada tag yang ingin diberi style.

Cara ini sangat tidak dianjurkan, karena Anda akan mencampurkan antara “Format” dan “Presentasi”. Cara ini juga tidak efektif ketika anda akan melakukan perubahan pada CSS.

Internal

Metode CSS internal ditulis di dalam tag style yang ditempatkan pada tag head.

<HTML>
<head>
<title>Judul HTML</title>
<style>
h1 {
color : red;
}
</style>
</head>

Metode kedua ini sangat dianjurkan untuk pengujian style, atau ketika anda hanyamemiliki satu halaman web.

 

 

External

Metode yang terakhir adalah dengan membuat file CSS dan dipanggil di dalam tag head. File CSS memiliki ekstensi (akhiran) .CSS misanya namafile.CSS.

Pemanggilan file CSS dilakukan dengan menggunakan tag link:

<HTML>
<head>
<title>Judul HTML</title>
<link rel=”stylesheet” href=”fileCSS. CSS”/>
</head>

Atribut rel adalah informasi hubungan (relationship) dari tag link tersebut, yaitu sebagai stylesheet. Href diisi dengan lokasi file CSS yang ingin dimuat. Pemanggilannya sama dengan pemanggilan gambar atau link.

Pengenalan CSS

0

CSS adalah kependekan dari Cascading Style Sheet, berfungsi untuk mempercantik penampilan HTML atau menentukan bagaimana elemen HTML ditampilkan, seperti menentukan posisi, merubah warna teks atau background dan lain sebagainya.

Perhatikan contoh kode CSS berikut :

contoh kode css

Selector

Selector adalah elemen/tag HTML yang ingin diberi style. Anda dapat menuliskan langsung nama tag yang ingin diberi style tanpa perlu menambahkan tanda <>. Pada contoh kode CSS di atas, kita akan memberi style pada seluruh tag h1 yang terdapat dalam file HTML.

Jika tag HTML yang ingin diberi style memiliki ID, anda dapat menuliskan nama ID tersebut dengan diawali tanda kress (#).

#header

Dan jika tag yang diberi style memiliki Class, maka penulisan selector bisa dilakukan dengan tanda titik (.) diikuti dengan nama class.

.artikel

Jika anda hanya menuliskan satu selector, seperti contoh kode CSS di atas, maka seluruh tag h1 yang terdapat dalam file HTML akan memiliki style yang sama. Bagaimana jika kita hanya ingin memberi style pada tag h1 yang hanya terdapat di dalam Class artikel. Maka penulisan selectornya seperti berikut :

.artikel h1

Kode tersebut akan memerintahkan pada browser untuk memberi style pada tag h1 yang hanya terdapat di dalam class artikel (atau – h1 yang merupakan child dari class artikel).

Anda-pun dapat memilih lebih dari satu tag untuk penghematan kode CSS. Misalnya ketika anda memiliki dua atau lebih tag dengan warna background yang sama, dari pada menuliskan kode seperti ini :

h1{ background-color: #666666; }
P { background-color: #666666; }
a { background-color: #666666; }

anda dapat menggabungkan selector dengan menambahkan tanda koma pada nama tag yang ingin diberi style.

h1, p, a { background-color: #66666; }


Property dan Value

Property adalah sifat-sifat yang ingin diterapkan pada selector, seperti warna text, warna background, jarak antar elemen, garis pinggir dan lain sebagainya.

Untuk memberikan nilai/value pada property kita gunakan tanda titik dua ( : ). Setiap property diakhiri dengan titik koma (;), jika anda tidak mengakhirinya maka browser tidak akan mengetahui maksud dari property tersebut.

Property-property pada CSS sangat mudah dimengerti karena lebih mirip bahasa kita sehari-hari. Misalnya untuk merubah warna text kita gunakan property color, untuk merubah warna background kita gunakan property background-color, untuk merubah ukuran huruf kita gunakan property font-size. Mudah dimengerti bukan?

.artikel h1 {
color : red;
background-color : blue;
font-size : 20px;
}

 

Menurut saya, Kode CSS sangat mudah dimengerti, karena kata-kata yang digunakan sudah tidak asing lagi, perhatikan contoh kode CSS sebelumnya, jika kita ubah ke bahasa kita sehari-hari, kira-kira menjadi seperti berikut :

“Hey Brow (Browser) Cari tag h1 yang terdapat di dalam class artikel, jika ditemukan/ada, ubah warnanya menjadi merah, warna background menjadi biru dan ukuran huruf menjadi 20 pixel.”

 

Sumber: ariona.net

Validasi Markup HTML

0

Validasi markup adalah proses dimana kode HTML kita divalidasi apakah sudah benar atau belum oleh aplikasi validator dari W3C6. Validasi ini sangatlah diperlukan untuk memeriksa apakah ada yang salah dengan markup HTML yang telah kita buat atau ada beberapa bagian yang terlewat seperti penutup tag, atribut dan lain sebagainya.

Sebagian orang berpendapat bahwa markup HTML yang valid akan mempercepat proses loading website dan lebih bersahabat dengan Search Engine

Untuk melakukan validasi, silahkan buka alamat berikut: http://validator.w3.org/.

Sebelumnya kita harus menyertakan informasi character encoding. Untuk memperbaikinya tambahkan kode berikut di dalam tag head dari file latihan markup kita.

<head>
<title>Latihan Markup</title>
<meta charset=”UTF-8″>
</head>

 

Maksud dari tag tersebut adalah menentukan tipe karakter encoding yang digunakan dalam file HTML, dan kita gunakan tipe “UTF-8”. Sekarang kita coba Revalidate (Memvalidasi ulang) file HTML kita.

 

Sumber: ariona.net

Perbedaan Id dan Class

0

Bagi seorang pemula, termasuk saya ketika masih belajar HTML & CSS pasti menanyakan hal yang sama. Pasalnya atribut ID dan Class digunakan untuk menamai tag HTML. Lalu apa perbedaan dari keduanya?

ID

Atribut ID digunakan untuk penamaan elemen HTML yang memiliki karakteristik unik/berbeda. Tidak boleh ada dua atau lebih elemen yang mempunyai ID yang sama. Perhatikan contoh berikut :

  1. 2.

      3.

    • Beranda
    • 4.

    • Tutorial
    • 5.

    6.

Penggunaan atribut ID pada contoh di atas adalah SALAH, karena terdapat dua ID yang sama, yaitu “menu” pada tag <div> dan <ul>.

Perhatikan contoh sebelumnya, bahwa kita menggunakan ID yang berbeda untuk setiap div yakni, header, content, sidebar dan footer karena semuanya memiliki struktur dan fungsi yang berbeda dalam suatu dokumen HTML.

Class

Class digunakan untuk penamaan elemen yang memiliki karakteristik/struktur sama dan dapat digunakan berulang kali dalam markup (Kode HTML). Sebagai contoh, perhatikan kode HTML berikut :

  1. <ul id=‚menu‛>
    2. <li class=‚merah‛>Beranda</li>
    3. <li>Tutorial</li>
    4. <li class=‚merah‛>Berita</li>
    5. <li>Video</li>
    6. </ul>

Pada Kode HTML di atas, saya menggunakan class Merah pada beberapa list item, karena nantinya list item yang memiliki class merah akan diberi warna background merah.

Kesimpulannya adalah, ketika anda memiliki beberapa elemen dengan karakter/format yang sama, gunakan Class sebagai penamaannya dan Gunakan ID untuk elemen yang berbeda dan membutuhkan tanda pengenal lebih spesifik.